Kabupaten Bekasi Refocusing Anggaran Rp1,3 Triliun untuk Penanganan COVID-19

Kantor Bupati Bekasi (Foto: Muhammad Azzam/Wartakota)

Lintasbekasi.com, Cikarang Pusat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi telah memutuskan untuk refocusing anggaran di APBD Kabupaten Bekasi 2020 sejumlah Rp1,3 triliun untuk penanganan pandemi COVID-19.

Keputusan ini telah sesuai dengan instruksi Kementerian Keuangan yang menetapkan refocusing maksimal 35% dari total anggaran. Diketahui APBD Kabupaten Bekasi 2020 ditetapkan senilai Rp5,9 triliun.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bekasi, Sutia Resmulyawan menyampaikan bahwa refocusing dilakukan dengan memangkas anggaran di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Yang paling tinggi itu pada Dinas Bina Marga, capai 70 persen. Dari total anggaran Rp780 miliar dipangkas Rp540 miliar,” kata Sutia.

Lanjut Sutia, biaya perjalanan dinas, kegiatan rapat, diklat, bimtek, seminar dan lokakarya adalah beberapa kegiatan yang mendapat rasionalisasi anggaran. Kemudian pengadaan kendaraan dinas, pengadaan tanah, renovasi gedung dan ruangan, serta infrastruktur lain yang dapat ditunda juga dirasionalisasi untuk penanganan COVID-19.

Baca juga: Ini Rangkuman Kinerja Bupati Eka Supria Atmaja Setahun Terakhir

Masih Ada Pembangunan Infrastruktur

Meski anggaran dipangkas untuk penanganan COVID-19. Pembangunan infrastruktur prioritas masih berjalan hingga akhir tahun. Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha.

“Kita masih ada beberapa proyek besar infrastruktur yang dikerjakan. Kalau di daerah lain mah kan benar-benar tidak ada kegiatan proyek besar,” tutur Iman.

Proyek yang masih dikerjakan antara lain pembangunan Jembatan Cibitung-Tegalgede, berupa konstruksi box steel girder dengan bentang mencapai 70 meter senilai Rp36 miliar. Kemudian, Jembatan Sukadanau Cikarang Barat, berupa konstruksi girder beton sepanjang 40 meter dengan anggaran Rp17 miliar.

Anggaran yang masih tersedia juga digunakan untuk normalisasi sungai untuk penanganan banjir dan keperluan darurat seperti penanganan longsor di Kali CBL.

Baca juga: New Normal, Pemkot Bekasi Persilakan Pengusaha Beraktivitas

Penulis: Allawuddin
Editor: Firmadi