Pembobolan Brankas di Cikarang Terungkap, Pelakunya Pemulung

Ilustrasi Pembobolan Brankas (Foto: Istimewa)

Lintasbekasi.com, Cikarang Utara – Kasus pembobolan brankas yang terjadi di Cikarang, Kabupaten Bekasi berhasil diungkap oleh Polres Metro Bekasi.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan mengungkapkan kasus pembobolan dilakukan oleh tiga orang pelaku yang bekerja sebagai pemulung. Selama setahun terakhir komplotan ini telah membobol 15 brankas perusahaan.

Terakhir, mereka membobol brankas perusahaan di Desa Cicau, Cikarang Pusat pada 28 Juni 2020. Dalam satu kali aksi, mereka berhasil menggasak uang puluhan juta rupiah yang tersimpan di brankas. Target aksi komplotan ini adalah perusahaan dengan tingkat keamanan rendah.

“Pelaku menyasar perusahaan yang lengah tidak ada sekuriti atau penjaga keamanan perusahaan,” ungkap Kombes Pol Hendra Gunawan, Jumat (24/7/2020).

Baca juga: Libur Tilang di Kota Bekasi Berakhir, Ini Jadwal Razianya

Sejak kasus pembobolan terakhir, Polres Metro Bekasi terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Dari tiga pelaku, dua orang berhasil diamankan kepolisian.

Tersangka berinisial YN (36) ditangkap pada 10 Juli 2020 di Tasikmalaya sementara AS (33) dibekuk petugas di Rawa Benteng, Setu, Kabupaten Bekasi pada 12 Juli 2020. Sementara satu pelaku lainnya KN masih buron.

Kombes Pol Hendra Gunawan mengatakan para pelaku melakukan aksinya dengan membobol tembok belakang perusahaan dan menjebol jendela serta pintu. Selama beraksi, komplotan ini telah memperoleh uang curian mencapai ratusan juta rupiah.

Uang tersebut lalu dibagi rata oleh pelaku dan digunakan untuk berpesta di beberapa lokasi. Sementara itu, barang bukti yang disita adalah sepeda motor, sebuah brankas, sebuah ponsel dan barang lainnya. Para pelaku dijerat Pasal 363 Ayat (1) ke-4 KUHP dengan ancamana 7 tahun penjara.

Baca juga: Tarif Kencan Tak Sesuai, Pria di Kabupaten Bekasi Tewas Dikeroyok

Penulis: Ghani N
Editor: Firmadi