Outing Class Batal, Orang Tua Siswa Keberatan dengan Keputusan Sekolah

Ilustrasi Biaya untuk Outing Class (Foto: Thinkstock)

Lintasbekasi.com, Rawalumbu – Siswa kelas IX SMP dan kelas XII SMA dan SMK Widya Nusantara (Winus) Rawalumbu dipungut biaya outing class sebesar Rp2.000.000 oleh pihak sekolah.

Namun karena situasi pandemi COVID-19, pelaksanaan outing class dibatalkan. Dari biaya yang sudah dibayarkan orang tua siswa, pihak sekolah hanya mengembalikan 60 persen atau Rp1.200.000. Orang tua siswa mengaku keberatan atas keputusan sepihak sekolah.

Menurut orang tua siswa berinisial MR warga Rawalumbu, kalau outing class batal pihak sekolah harus mengembalikan uang ke siswa dan jangan ada pemotongan. Kalau tidak dikembalikan berarti rencana outing class hanya dalih untuk memungut ke siswa Rp800 ribu.

“Harus dikembalikan Rp2.000.000 juga, tidak ada dasarnya memotong Rp800 ribu. Itu harus kembali utuh. Kalau tidak orang tua siswa akan ramai-ramai menagih ke sekolah”, tegas MR mewakili ratusan orang tua siswa.

Baca juga: Kota Bekasi Hentikan Simulasi Belajar Tatap Muka

Menurutnya beberapa orang tua siswa lain bahkan mengancam akan mempolisikan pihak sekolah karena telah melakukan pembohongan dengan dalih biaya outing class. Siswa kelas IX SMP, kelas XII SMA dan SMK Widya Nusantara yang batal berangkat outing class berjumlah kurang lebih 700 orang.

“Sekolah menciptakan masalah dalam situasi pandemi corona sekarang ini dengan melakukan pungutan. Harapan orang tua kepada Pejabat Disdik Kota Bekasi & Dewan Pendidikan Kota Bekasi agar sekolah ini (WINUS) dipantau dan diberi sanksi”, kata para orang tua siswa.

Sementara itu pihak sekolah diwakili Bendahara Sekolah Widya Nusantara, Hotim dan Nisa mengatakan, kegiatan outing class batal terlaksana karena situasi pandemi COVID-19. Biaya yang sudah terkumpul dikembalikan pihak sekolah, tapi 60 persen atau Rp1.200.000

“Mengembalikan 60 persen dari biaya outing class sebesar Rp2.000.000 adalah kesepakatan bersama Kepala SMP, SMA dan SMK Widya Nusantara. Kalau harus dikembalikan seluruhnya tentu akan dimusyawarahkan kembali”, ujar Hotim.

Baca juga: Masih Zona Kuning, Kota Bekasi Tetapkan 4 Sekolah Jadi Percontohan

Penulis: S. Tampubolon
Editor: Firmadi