Sengketa Lahan di Cibitung, Diduga Ada Permainan Oknum Notaris PPAT

Tim Pengurusan Sengketa Tanah di Cibitung (Foto: Istimewa)

Lintasbekasi.com, Cibitung – Sengketa lahan yang merugikan pemilik tanah sering dialami masyarakat. Salah satu sengketa lahan terjadi di Kecamatan Cibitung.

Lemono HJ pemilik tanah seluas 50.380 meter persegi di Kampung Selang Bojong, Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung mengalami permasalahan sengketa kepemilikan atas lahan yang dimilikinya tersebut.

Sejak 2008, Lemono HJ selaku pemilik lahan sudah memiliki sertifikat atas kepemilikan tanah di Desa Muktiwari. Tetapi sertifikat tersebut digadaikan oleh saudara Lemono HJ bernama Pulan kepada seorang Notaris (Pejabat Pembuat Akta Tanah) di Kota Bekasi berinisial JS.

Tim Kuasa Pengurusan Sengketa Tanah di Cibitung (Foto: Istimewa)

Pada 2016, Lemono menemui JS untuk menebus sertifikat tanah yang telah digadaikan Pulan. Dalam pertemuan tersebut JS mengakui ada peminjaman uang dari pihak Pulan.

Tak lama setelah itu, tanah milik Lemono dipasangi patok yang menyatakan telah dijual kepada JS. Lemono selaku pemilik sah merasa tidak pernah menjual tanah miliknya lalu melapor ke Polres Metro Bekasi.

Laporan Lemono di Polres Metro Bekasi hingga saat ini terus berjalan dan tidak ada Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dari pihak kepolisian. Karena bila SP3 diterbitkan maka Lemono dipastikan menang atas JS dalam kasus kepemilikan tanah ini.

Tetapi ada keganjilan dari sengketa lahan milik Lemono ini, karena masalah perdatanya terus bergulir dari Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi hingga Mahkamah Agung. Hasilnya Lemono kalah dalam persidangan.

Baca juga: Ini Dia, Empat Tips Hadapi Debt Collector

Diduga Ada Oknum di Lembaga Negara Terlibat

George Michael Tutuarima (Paling Kanan) (Foto: Istimewa)

George Michael Tutuarima selaku kuasa dari pihak Lemono dalam pengurusan sengketa tanah ini mengatakan pihaknya akan menempuh berbagai cara untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Pada prinsipnya ini sederhana terkait pinjam meminjam. Walau Lemono kalah di persidangan perdata, tetapi masih ada jalur yang bisa ditempuh yaitu Peninjauan Kembali (PK). Selain itu, unsur pidananya masih bisa dinaikkan dan pasti kena
pasal terkait penyerobotan dan pengrusakan,” tegas George.

Sementara itu terkait keterlibatan oknum di lembaga negara, George mengaku tidak bisa langsung mengklaim hal itu. Tetapi ada dugaan yang mengarah ke situ.

Tim Kuasa Penanganan Sengketa Tanah di Cibitung (Foto: Istimewa)

“Saya menemukan kejanggalan di Polres karena tidak adanya SP3 tapi perdatanya bisa naik. Kemudian BPN bisa selemah itu memproses barang yang tidak memiliki kerangka hukum yang kuat,” ungkap George.

George juga berharap JS selaku notaris bisa bersama-sama menyelesaikan sengketa ini dengan solusi terbaik yang saling menguntungkan untuk semua pihak.

“Ya kita lakukan mediasi dengan akal sehat. Jangan sampai dikemudian hari ada pihak yang dirugikan, maupun dari pihak Lemono maupun pihak JS selaku Notaris. Saya harap ini semua bisa segera selesai,” tutupnya.

Baca juga: Outing Class Batal, Orang Tua Siswa Keberatan dengan Keputusan Sekolah

Penulis: Firmadi
Editor: Firmadi