Banyak Antrean Sampel, Pemkot Bekasi Tambah Alat PCR

Alat PCR (Polymerase Chain Reaction) (Foto: Anisa Dea/Kompas)

Lintasbekasi.com, Bekasi Selatan – Kota Bekasi mengalami kendala dalam proses pengecekan sampel tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) karena keterbatasan alat PCR.

Hal ini diutarakan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi. Bang Pepen mengatakan saat ini Kota Bekasi hanya memiliki tiga alat PCR. Dua di Labkesda dan satu di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid.

“Itu kan kapasitas di Labkesda 90 sampel, kalau di RSUD lebih tinggi sampai 300 sampel. Hingga 27 Agustus lalu ada sekitar 1.050 sampel antre untuk tes PCR,” ungkap Bang Pepen.

Baca juga: Klaster Industri Tingkatkan Kasus COVID-19 di Kabupaten Bekasi

Meski banyak sampel yang harus dites, tidak semua adalah sampel baru. Sebagian adalah sampel positif COVID-19 yang harus dites berulang kali untuk memastikan kesembuhan pasien.

Untuk mengurai antrean sampel yang harus dites, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Harapannya tambahan alat PCR bisa meningkatkan pelacakan pasien positif COVID-19 di Kota Bekasi.

“Kita dapat satu portabel, tetapi belum bisa digunakan karena kita diberi alat PCR itu tidak ada cairannya. Makanya tadi pagi saya minta ke Pemprov untuk dilengkapi,” tutur Bang Pepen.

Baca juga: Pasien COVID-19 Kota Bekasi Dibebaskan Biaya Perawatan

Penulis: Ghani N
Editor: Firmadi