PHK Karyawan, Sejumlah Perusahaan Langgar Aturan

Ilustrasi Pemutusan Hubungan Kerja (Foto: Istimewa)

Lintasbekasi.com, Cikarang Barat – Pandemi COVID-19 mengakibatkan kondisi perekonomian menjadi terkendala. Kondisi ini juga membuat beberapa perusahaan di Bekasi memutuskan untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Salah satu perusahan yang melakukan PHK karyawan adalah BPR Siwa Raharja Utama.

BPR Siwa Raharja Utama yang bergerak di bidang perbankan ini memberhentikan sejumlah karyawannya karena kondisi keuangan BPR yang berpusat di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi ini terpuruk sejak pandemi COVID-19 melanda.

Direktur BPR Siwa Raharja Utama, Posma Rohana Panjaitan mengatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan ketentuan terkait pesangon untuk seluruh karyawan yang terkena PHK.

“Pembayaran pesangon untuk karyawan yang PHK telah sesuai dengan anjuran Undang Undang No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” kata Posma Rohana.

Baca juga: Duh, Tak Ada Job Fair di Kabupaten Bekasi Tahun Ini

Sementara itu salah satu karyawan BPR Siwa Raharja Utama yang terkena PHK, Nori Sianturi mengeluhkan pesangon yang diterima tidak sesuai ketentuan. Nori yang bekerja sejak 2016 mengaku BPR Siwa Raharja Utama memberi gaji yang tidak sesuai dengan ketentuan Upah Minimum Regional (UMR).

Dirinya mengaku hanya menerima gaji kurang lebih Rp2,8 juta, nilai tersebut jauh dari UMR sebesar Rp4,4 juta. Tak hanya gaji di bawah UMR, pesangon Nori juga hanya dibayar satu bulan gaji. Padahal menurut ketentuan yang berlaku, nilai pesangon senilai dua bulan gaji dikali dengan lama waktu bekerja.

Menurut Pasal 185 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, perusahaan yang melanggar ketentuan upah minimum akan dikenakan sanksi berupa pidana penjara paling singkat selama 1 tahun dan paling lama 4 tahun, dan/atau denda paling sedikit Rp100 juta dan paling banyak Rp400 juta.

Ancaman ini bukan hanya dikenakan bagi perusahaan, tapi juga bisa ditujukan kepada direktur perusahaan yang juga merupakan karyawan perusahaan.

Baca juga: Klaster Industri Tingkatkan Kasus COVID-19 di Kabupaten Bekasi

Penulis: S.Tampubolon
Editor: Taufik