Senin, Oktober 14, 2019

Banyak Memakan Korban, Dishub Buat Pembatasan Jam Operasional Truk di Babelan

Rapat membahas jam operasional truk di Kantor Camat Babelan (Foto: Pojokbekasi)

Lintasbekasi.com, Babelan – Setelah terjadi kecelakaan lalu lintas yang menewaskan pengendara motor kemarin di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, kini Dinas Perhubungan buat putusan mengenai peraturan jam operasi untuk mobil truk.

Dikutip dari Pojok Bekasi, menyikapi korban jiwa yang berjatuhan akibat truk di wilayah Babelan, pemangku kepentingan menggelar rapat di Kantor Kecamatan Babelan, Senin (23/9/2019).

Dalam rapat tersebut terdiri dari, para peserta rapat yang terdiri dari camat setempat, Dinas Perhubungan, anggota DPRD Kabupaten Bekasi, unsur organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, dan organisasi kepemudaan memutuskan 4 hal.

“Armada besar tidak terkecuali yang berat di atas 10 ton tidak boleh melewati Jalan Raya Babelan pada siang hari,” ucap Sekretaris Jenderal Aliansi Garda Muda SP, Nursin, yang turut serta pada rapat itu.

Lanjut Nursin, kelas jalan Jalan Raya Perjuangan dan Jalan Raya Babelan adalah kelas 3 atau untuk kendaraan bertonase di bawah 10 ton.

“Jadi truk itu hanya boleh melintas pukul 22.00 sampai pukul 05.00 WIB,” ucapnya. Ia menjelaskan dalam bulan ini sudah ada 4 nyawa yang melayang akibat truk-truk proyek perumahan.

Terakhir adalah kejadian pada Minggu (22/9/2019), warga Kabupaten Karawang bernama Meita (50), tewas terlindas ban belakang truk.

Sementara itu Bendahara Bidang Hukum dan HAM Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Babelan, Min Fadhilah, menganggap pertemuan itu agak lambat, karena sudah memakan banyak korban.

“Seharusnya kalau benar-benar tegas, dari awalnya sudah ada tindakan. Ini harus ada beberapa korban, harus ada dorongan masyarakat. Di balik itu, kita, khususnya KNPI cukup berterima kasih atas repons tanggapnya, langsung dibuatkan keputusan,” ucap Min. Ia juga mengikuti rapat tersebut.

Baca juga: Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk di Babelan

Baik Min ataupun Nursin membenarkan bahwa keputusan yang dibuat pada musyawarah itu akan dibawa ke tingkat Kabupaten untuk dibuat peraturan yang lebih mengikat. Mereka mengaku akan turut mengawal peraturan itu.

Berikut hasil keputusan musyawarah di kantor Kecamatan Babelan

1. Dilarang Kendaraan Muatan sumbu terberat (MST) di atas 10 ton melintasi jalan Kabupaten Bekasi/jalan kelas 3 kecuali kendaraan yg di bolehkan oleh peraruturan perundang undangan yang berlaku

2. Pembatasan kendaraan di luar poin 1, di batasi jam operasionalnya pkl 22.00 s.d 05.00.

3. Jika melanggar hasil musyawarah ini pihak berwajib akan melalukan tindakan hukum yang berlaku.

4. Anggota DPRD Kabupaten Bekasi mendorong Bupati Bekasi untuk menerbitkan surat edaran dan untuk selanjutnya menerbitkan peraturan Bupati terkait pengaturan jam operasi kendaraan angkutan barang Muatan Sumbu Teberat.

Penulis : Adinda
Editor : Adinda

Berita Terkini