Dalam Kondisi Darurat, Warga Kota Bekasi Boleh Ajukan Surat Izin Berpergian

Ilustrasi Perbatasan Bekasi (Foto: Ayojakarta)

Lintasbekasi.com, Medan Satria – Dalam kondisi darurat, warga Kota Bekasi boleh berpergian melewati titik cek poin atau menggunakan transportasi umum keluar wilayah Bekasi.

Untuk mengakomodir hal tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi mengeluarkan surat izin berpergian bagi warga dalam kondisi pandemi COVID-19 ini.

Namun, ditegaskan oleh Sekretaris Dishub Kota Bekasi, Enung Nurcholis bahwa surat izin berpergian ini untuk alasan darurat, bukan untuk mudik ataupun liburan.

“Ini bukan izin mudik atau piknik, kami bersama Kepolisian, TNI dan unsur lain terus melakukan penekanan angka pergerakan warga dalam masa PSBB hingga 26 Mei dalam memutus rantai penyebaran COVID-19,” papar dia.

Alasan darurat itu diantaranya, adanya musibah seperti keluarga meninggal, sakit keras, dan urusan bisnis.

“Sakit ini bukan karena terinfeksi COVID-19 ya. Bisnis juga yang terkait COVID-19 ya, misal produksi APD atau alat kesehatan, atau juga sektor ekonomi strategis dan keamanan,” ujar Enung pada Senin (18/5/2020).

Enung kemudian menjelaskan tata cara pengajuannya. Pertama, pemohon harus terlebih dahulu membuat surat pengantar dari pengurus RT RW.

Baca juga: Daftar Kelurahan yang Diperbolehkan Menggelar Salat Idul Fitri di Kota Bekasi

Dari situ, pemohon bisa pergi ke Kelurahan. Di sana, lurah akan menandatangani surat pengantar. Hal tersebut hanya akan dilakukan apabila persyaratan lengkap dan keperluan dianggap darurat.

“Syaratnya itu menyertakan foto dan bukti lainnya menunjukkan misal keluarganya sakit atau meninggal. Apabila persyaratan tidak lengkap maka akan dikembalikan dan tidak ditandatangani,” ungkap Enung.

Pemohon kemudian wajib mengikuti rapid test di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi. Ini untuk memastikan kondisi kesehatan pemohon.

“Jika hasilnya positif atau reaktif maka Dinkes tidak akan berikan surat sehat dan otomatis tidak bisa lanjutkan pengajuan surat izin berpergian,” ucapnya.

Jika hasilnya negatif, barulah pemohon menuju kantor Dishub untuk dibuatkan surat izin berpergian.

Warga Diingatkan untuk Jujur dan Tak Bohong

Enung mengingatkan warga agar jujur dan tidak berbohong selama proses pengajuan. Dirinya juga meminta proses verifikasi ketat dari pihak RT RW dan kelurahan.

“Dengan adanya tata cara pemberian izin berpergian ini diharapkan warga dapat memahami dan mentaati setiap langkah dan proses dari awal pembuatan hingga terbitnya surat pemberian izin berpergian,” imbuhnya.

Baca juga: Kini Warga Kota Bekasi Bisa Kirim Aduan Terkait PSBB Melalui Nomor Ini

Penulis: Fazaky
Editor: Fazaky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here