Senin, Oktober 14, 2019

Dampak Urbanisasi Membludak, Pemkot Batasi Hunian Horizontal

Kepadatan penduduk
Ilustrasi kepadatan penduduk (Foto: Istimewa)

Lintasbekasi.com, Bekasi Selatan – Sejak 2013, pertumbuhan penduduk bergerak di bawah tiga persen tiap tahunnya. Sedangkan sebelum 2013, pertumbuhannya mencapai hingga tiga persen. Saat ini angka urbanisasi lebih tinggi dibandingkan dengan angka kelahiran. Dampak urbanisasi itu membuat Pemerintah Kota (Pemkot) membatasi pendirian bangunan horizontal.

Saat ini jumlah penduduk di Kota Bekasi sudah mencapai 2,9 juta jiwa dengan kepadatan 13.985,74 jiwa per km.

“Kita lebih banyak di faktor tadi, urbanisasi. Bisa saja penduduk ini tinggal di Kota Bekasi hanya 2 atau 3 tahun lalu pindah lagi. Ini sih sebenarnya PR bagi pemerintah Kota Bekasi adalah bagaimana kita meningkatkan derajat kehidupan tadi itu. Jangan sampai jumlah penduduk di Kota Bekasi jadi bencana demografi,” ucap Sekretaris Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi, Eka Hidayat pada Jumat (20/9/2019).

Baca juga: Menhub Budi Karya Memastikan Pembangunan Tol Jakarta-Cikampek akan Rampung pada Oktober 2019

Mengantisipasi peningkatan jumlah penduduk tersebut, Pemkot Bekasi sudah mulai membatasi pembangunan horizontal. Serta lebih mengarah kepada hunian vertikal.

“Kita mulai batasi, bukan kita larang, kita batasi. Toh bagaimanapun juga beberapa lahan ini memang sudah ada yang dibeli, ya paling tidak sudah kita batasi,” sambung Eka.

Para urban cenderung memilih tinggal di tempat sewaan ataupun yang harga tanahnya masih murah. Tidak sedikit mereka yang datang belum memiliki pekerjaan yang jelas yang berdampak pada kesenjangan sosial. Hunian vertikal bisa menjadi solusi, namun Pemkot harus memperhatikan daya beli masyarakat menengah ke bawah.

Penulis: A.S
Editor: A.S

Berita Terkini