Senin, Oktober 14, 2019

Hari Kedua Demo di DPR, Brimob Lampung Dikirim Sebanyak 551 Personil

Demo Revisi UU KPK dan RKUHP
Persiapan kepolisian mengamankan demo pada jalur arteri aksi demo di kolong flyover Ladokgi, Jalan Gatot Subroto (Foto: Andri Saputra/Lintasbekasi)

Lintasbekasi.com – Hari kedua demo mahasiswa di DPR, polisi dilarang menggunakan peluru tajam. Para mahasiswa tersebut bersuara menolak Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) dan Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RUU KUHP).

Pada Senin (23/9/2019) kemarin, terdapat beberapa kelompok mahasiswa yang menggelar aksi penolakan di beberapa tempat. Di antara Jombang, Yogyakarta, Kepulauan Riau, Jawa Barat, dan Jakarta. Secara serempak mereka menolak pelemahan KPK.

Di Jakarta, tepat di gedung DPR, mahasiswa bersuara di menolak UU KPK dan RUU KUHP.  Aksi tersebut merupakan lanjutan dari demo 19 September 2019 lalu karena DPR tidak melibatkan mahasiswa saat pembahasan RUU.

Baca juga: Korban Kecelakaan Beruntun KM 91 Tol Purbaleunyi Teridentifikasi, Dua Diantaranya Warga Bekasi

“Kami layangkan mosi tidak percaya kepada mereka. Kami akan menurunkan massa yang jauh lebih besar lagi pada 24 (September). Belasan ribu, karena ada mahasiswa dan aliansi petani dan masyarakat parti akan turun juga karena berhubugan dengan Hari Tani.” kata Manik Marganamahendra, Ketua BEM UI saat audiensi dengan anggota DPR, Senin (23/9/2019).

Sementara itu, Polda Metro Jaya akan mengerahkan 18 ribu personil untuk pengamanan demo tersebut. Sebagai 551 personil Brimob Polda Lampung turut dikirim ke Jakarta sebagai perbantuan.

“Sebanyak 551 personil Brimob Polda Lampung yang dipimpin langsung oleh Dansat Brimbob Kombes Doniyar Kusumaji. Diberangkatkan BKO ke Polda Metro Jaya dan bergabung dengan personil Brimob lainnya dalam rangka pengamanan aksi unjuk rasa di Jakarta,” ucap Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad pada Senin (23/9/2019).

Penulis: A.S
Editor: A.S

Berita Terkini