Kampung Persaudaraan Bekasi Yang Toleransi Antar Agama

Kampung Persaudaraan Bekasi Yang Toleransi Antar Agama Sejak Ratusan Tahun Lalu
Bangunan Masjid dan Gereja yang Berdampingan di Kampung Sawah, Bekasi (Foto. Kumparan)
Kampung Persaudaraan Bekasi Yang Toleransi Antar Agama Sejak Ratusan Tahun Lalu
Bangunan Masjid dan Gereja yang Berdampingan di Kampung Sawah, Bekasi (Foto. Kumparan)

Lintasbekasi.com, Pondok Melati – Kumandang adzan dan denting lonceng gereja menjadi hal yang biasa di Kampung sawah. Kampung yang di sebut Kampung Persaudaraan ini terletak di Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kampung yang juga disebut segitiga emas ini sudah menjaga kerukunan antar agama sejak ratusan tahun silam tanpa pertikaian secara budaya turun temurun.

“Disini memang sangat kuat toleransinya karena sudah menjadi warisan budaya leluhur yang sangat dijaga oleh penduduknya secara turun temurun”. ucap Pdt. william Alexander.

Terdapat 3 tempat ibadah yang berdampingan di Jalan Raya Kampung seperti Masjid Agung Al-Jauhar Yayasan Pendidikan Fisabilillah (Yasfi), Gereja Kristen Pasundan (GKP) Jemaat Kampung Sawah yang sudah berdiri 145 tahun silam, dan Gereja Katolik Santo Servatius.

Kampung Persaudaraan Bekasi Yang Toleransi Antar Agama Sejak Ratusan Tahun Lalu
Warga yang Melintas di Depan Mural yang Menyampaikan Pesan Kebersamaan (Foto. Kumparan)

Pada Natal tahun 2019 ini terasa persaudaraannya antar umat Muslim dan Kristen. Menurut pendeta William Alexander, sesama agama saling membantu jika ada acara keagamaan.

“Persiapan Natal sama seperti gereja pada umumnya, hanya kalau di sini terasa sekali saat mempersiapkan soal pengamanan. Karena antar gereja dengan saudara Muslim dari masjid Agung Yasifi saling membantu, dari tempat parkir dan lainnya guna kelancaran ibadah di Gereja Kristen Pasundan,” kata Pdt. William Alexander. Senin (23/12/2019).

Persaudaraan yang Disatukan Oleh Budaya

Persaudaraan di kampung sawah disatukan oleh budaya yang salah satunya diwujudkan dengan budaya rantang. Budaya ini merupakan kegiatan dimana umat Kristen akan memberi rantang kepada Muslim dan sebaliknya, Muslim akan memberi rantang kepada Kristen pada saat Idul Fitri.

Kampung Persaudaraan Bekasi Yang Toleransi Antar Agama Sejak Ratusan Tahun Lalu
Sejumlah Jemaat yang Hadir di Misa Gereja Paroki Santo Sevatius Menggunakan Pakaian Adat Betawi (24/12/2018) (Foto. Tirto)

Baca juga: Gereja Santa Clara Adakan Lomba Membuat Pohon Natal Dengan Bahan Daur Ulang

“Disini akan terasa memang sudah mengakar bahwa Kristen akan mengantar rantang ke yang muslim. Jadi pola itu terus ada dan berlaku,” ucap William Alexander.

Dan juga, setiap natal di Kampung sawah, GKP akan dihiasi ornamen budaya Betawi seperti ondel-ondel begitu juga jemaatnya.

“Persaudaraan di Kampung Sawah disatukan oleh budaya. Jika berbicara keyakinan tentu beda tapi berbicara budaya adalah satu.” kata Pdt.William.

Warga Kampung Sawah selalu merayakan bersama seperti palang pintu, tarian Betawi dan perayaan syukuran tahunan pesta panen dan giat budaya lainnya.

Untuk tema Natal 2019 ini adalah “Menjadi sahabat Bagi Sesama”. Tema ini dimaknai sebagai perayaan natal merupakan menjalin relasi dengan sesama.

Jadwal peribadatan di GKP dimulai pada Selasa (24/12/2019) pada pukul 18.00 WIB. Kemudian pada Rabu (25/12/2019) yang dimulai pukul 05.30 dan 09.00 WIB.

“Perayaan Natal akan dilaksanakan pada 28 Desember dan akan mengundang Gusdurian Bekasi Raya.’ ucap William.

Baca juga: Diprediksi 911 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Penulis: Adnan
Editor: Adnan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here