Selasa, Januari 28, 2020

Rahmat Effendi Tinjau Proses Pembersihan Lumpur Banjir Sampai Malam

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi (Foto: Ini Jabar)

Lintasbekasi.com, Bekasi Selatan – Masa tanggap darurat bencana banjir di Kota Bekasi bakal berakhir hari ini, Selasa (14/1/2020).

Meskipun begitu, sejumlah perumahan warga di Kota Bekasi masih digenangi lumpur sisa banjir jelang berakhirnya masa tanggap darurat bencana banjir.

Hal ini memaksa Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi turun tangan ke lapangan, memantau dan turut serta dalam proses pembersihan lumpur.

Senin (13/1/2020), ia bertahan di Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, sejak siang sampai malam, sekitar 12 jam lamanya.

Hal ini disebabkan pipa yang dipakai buat mengalirkan lumpur menggunakan mobil pemadam kebakaran ke Kali Bekasi bermasalah.

“Banyak kendala untuk memasukkan air ke mobil pemadam, seperti matinya alat penyedot, pipa yang bocor, ditambah saat jalannya air yang lancar saat menyemprot, pipa tersebut lepas sehingga memakan waktu kembali untuk memasangnya,” jelas Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Bekasi, Sajekti Rubiyah dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (14/1/2020) pagi.

Baca juga: Fasilitas Sekolah di Bekasi Rusak Akibat Banjir, Akan Segera Diganti

Pondok Gede Permai Wilayah yang Terdampak Paling Parah

Perempuan yang akrab disapa Yekti itu menjelaskan, Rahmat Effendi dan tim Pemadam Kebakaran dan BPBD Kota Bekasi masih mengakali kendala itu sampai pukul 23.00 WIB.

Rahmat masih akan berkeliling ke lokasi-lokasi yang belum sepenuhnya pulih dari banjir hari ini. Bersih-bersih lokasi perumahan akan jadi salah satu prioritas.

“Karena hari terakhir evaluasi pascabencana yang diadakan seminggu full,” kata Rahmat dalam keterangan yang sama.

“Evaluasi-evaluasi terkait pembenahan tanggul yang rubuh, sampai penyisiran Kali Bekasi yang kita telah lakukan,” imbuh dia.

Sebagai informasi, saat banjir yang terjadi pada Rabu (1/1/2020) lalu, Perumahan Pondok Gede Permai disebut sebagai wilayah paling parah terdampak banjir di Jatiasih dengan kedalaman banjir lebih dari 4 meter.

Sementara itu, Jatiasih menjadi kecamatan dengan titik banjir terbanyak se-Kota Bekasi.

Secara statistik, ditilik dari jumlah korban terdampak banjir dan jumlah wilayah yang terendam, Banjir Tahun Baru 2020 di Kota Bekasi adalah yang paling parah se-Jabodetabek.

Baca juga: Lebih dari Seminggu Pasca Banjir, Pemulihan Kondisi Lingkungan di Kemang IFI Terus Berlanjut

Penulis: Fazaky
Editor: Fazaky

Berita Terkini