Senin, Oktober 14, 2019

Ratusan Karyawan PT Cipta Mortar Utama Mengelar Aksi Mogok Kerja Selama 38 Hari

Ilustrasi Karyawan Mogok Kerja (Foto: Abdul Fatah/Antara)

Lintasbekasi.com, Cikarang Barat – Ratusan karyawan PT Cipta Mortar Utama di Gandasari adakan mogok kerja. Hal itu, disepakati selama 38 hari. Terhitung mulai 21 September 2019.

Hal itu sebagai bentuk protes dari gagalnya perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Ketua PUK FSPMI PT Cipta Mortar Utama, Maryanto mengatakan perusahaan telah melanggar PKB yang berlaku. Yang mana perusahaan tidak memberikan tempat yang layak untuk pekerja melakukan aktivitas produksi.

“Area kerja yang layak sebagaimana dimaksud adalah Area kerja yang dipenuhi oleh Debu yang mengandung unsur Silica dan bahan adiktif yang sangat berbahaya terhadap tubuh manusia,” kata Maryanto kepada awak media, Senin (23/9/2019).

Selain itu, perusahaan juga dianggap tidak mengoptimalkan alat pelindung diri bagi karyawan. Alhasil ada pekerja perusahaan tersebut yang terkena penyakit paru-paru diduga akibat dari hubungan kerja.

Baca juga: Aksi Mogok Kerja Meningkat, Pemkab Minta Utamakan Musyawarah

“Pimpinan perusahaan di PT Cipta Mortar Utama, tidak mencerminkan sosok seorang pemimpin yang mempunyai intergritas yang baik, hal tersebut telah melanggar principle of conduct (asas dasar perilaku dan asas dasar tindakan) yang merupakan aturan yang tidak terpisahkan oleh Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang berlaku di PT Cipta Mortar Utama,” paparnya.

Pimpinan Perusahaan di PT Cipta Mortar Utama, juga masih mempekerjakan pekerja outsourcing pada bagian inti di perusahaan PT Cipta Mortar Utama, hal tersebut melanggar Peraturan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003.

Pekerja mendesak agar pihak perusahaan menaati PKB sehingga memberikan rasa aman untuk pekerja melakukan aktivitas produksi. Pihaknya memastikan akan terus melakukan aksi mogok kerja jika tuntutan tidak dipenuhi.

PT Cipta Mortar Utama diketahui merupakan perusahaan yang memproduksi semen instan yang berlokasi di kawasan MM 2100. Di perusahaan ini terdapat sekitar 150 pekerja.

Penulis: Jamilah
Editor: Jamilah

Berita Terkini