Senin, Februari 17, 2020

Ribuan Kasus DBD Tercatat di Bekasi Sepanjang 2019

Ilustrasi Nyamuk Penyebab DBD (Foto: Istimewa)

Lintasbekasi.com, Medan Satria – Ada ribuan warga Kota Bekasi yang postif terserang Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang 2019.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezy Syukrawati mengatakan, ada 1.492 kasus DBD sepanjang 2019.

Dari jumlah itu ada tiga orang yang meninggal dunia.

“Kalau tahun ini Kamis masih lakukan pendataan. Maka kami juga lakukan sejumlah langkah pencegahan itu (DBD) 2020 ini,” kata Dezy, di Bekasi pada Jumat (7/2/2020).

Dezy menjelaskan ada tiga kecamatan yang paling banyak warganya terjangkit nyamuk Aedes aegepti itu. Di antaranya, di Kecamatan Jatiasih, Bekasi Utara dan Bekasi Timur.

Penyebaran penyakit DBD itu rentan terjadi pada saat peralihan musim dari hujan ke kemarau.

Seperti pada bulan Maret ada sebanyak 220 kasus, April 152 kasus dan Mei 130 kasus.

“Tiga bulan itu yang angkanya cukup besar, karena memang saat peralihan musim,” terang dia.

Baca juga: Gedung F RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid untuk Penyakit Paru Telah Diresmikan

Pelayanan Kesehatan Harus Gencar Lakukan Koordinasi

Dezy menerangkan para penderita penyakit mematikan itu dari kalangan usia produktif.

Penyebarannya bisa dari lingkungan rumah, sekolah dan perkantoran.

“Justru penyebarannya paling banyak dari sekolah dan tempat kerja, bukan hanya dari rumah saja,” jelas dia.

Untuk data DBD pada Februari 2020 ini, pihaknya masih melakukan pendataan.

Pihak Dinkes meminta kepada pelayanan kesehatan baik Puskesmas, RSUD dan rumah sakit swasta selalu intens melakukan koordinasi sebagai upaya menekan angka warga terjangkit DBD.

“Akan melakukan penanganan dengan baik dan tepat. Kemudian di lingkungan kami lakukan sosialisasi agar masyarakat waspada atas jentik nyamuk,” kata dia.

Pemkot Bekasi juga melalui petugas puskesmas, kecamatan dan kelurahan selalu rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungannya masing-masing.

“Ini jadi tanggung jawab semua, bukan pemerintah aja. Semua bergerak lakukan pembersihan lingkungan, terutama di tempat tempat genangan. Jangan hanya satu pekan sekali, kalau bisa tiap hari PSN dilakukan,” tandasnya.

Baca juga: Wabah Virus Corona, Rahmat Effendi Sebut Warga Bekasi yang Terjangkit Nihil

Penulis: Fazaky
Editor: Fazaky

Berita Terkini