Senin, Oktober 14, 2019

Sejarah Pasar Bekasi, Pusat Perdagangan Masa Kekuasaan Belanda

Bekasi Jadul
Kota Bekasi tempo dulu

Lintasbekasi.com – Pada 1887 Pasar Bekasi atau kini lebih dikenal dengan Pasak Proyek menjadi pusat perdagangan yang ramai dan ramah oleh pedagang dari pedalaman (Bantargebang, Cileungsi, Citeureup, hingga Bogor).

Pendirian Pasar di Bekasi tercatat pada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dalam buku Plakat Kastel Batavia 1608-1808 Jilid 5 halaman 324. Gubernur VOC, GW Van Imhoff mengeluarkan izin pendirian pasar tersebut 1 Februari 1746. Pasar tersebut dibuka setiap Rabu dan terletak di sebelah timur Kali Bekasi.

Pada 1816, Pasar Bekasi berganti menjadi buka setiap Sabtu, bukan Rabu lagi. Seperti yang lainnya, kala itu pasar hanya buka di hari tertentu. Tertulis pada buku terbitan A.H. Hubbard yang berjudul The Java Annual Directory And Almanac for 1816.

Tak hanya pribumi, marga Cina pun banyak yang berdagang di Pasar Bekasi tersebut. Mereka tinggal, berniaga, serta beribadah. Di dekat pasar terdapat juga perkampungan Cina dan Kelenteng Hok Lay Kiong yang sudah berumur sekitar 250 tahun. Serta masih berfungsi hingga kini.

Baca juga: Warga Cikarang Gelar Kembali Tradisi Sedekah Bumi di Rawa Binong

Alasan pendirian pasar tersebut di pinggir Kali Bekasi, karena pada masa itu jalur transportasi utamanya ialah kali. Jalur darat masih belum ramai dan sulit dilalui, apalagi ketika hujan. Kali menjadi jalur lalu lalang manusia maupun barang.

Aktifitas di Pasar Bekasi sempat berhenti saat peristiwa Bekasi Lautan Api pada 13 Desember 1945. Hingga selesai peristiwa tersebut, barulah Pasar Bekasi dibuka kembali. Tahun 1970-an, Pasar Bekasi dibagi menjadi dua, pasar basah dan pasar kering.

Pasar basah terletak tepat di pinggir Kali Bekasi, sebelah Timur Kantor Polres Bekasi. Barang dagangannya berupa sayur-sayuran dan kebutuhan pangan lainnya. Sedangkan pasar kering yang dijual yakni pakaian, alat dapur, dan ala-alat lainnya.

Di area pasar kering didirikan bangunan yang diberi nama Pusat Pertokoan Bekasi pada 1978. Karena di depan Pusat Pertokoan Bekasi terdapat proyek pembangunan, masyarakat menyebutnya Pasar Proyek.

Kini pasar basah digeser lebih ke arah timur, berseberangan dengan terminal Bekasi. Dan lebih dikenal dengan nama Pasar Baru. Pasar kering di Pusat Pertokoan Bekasi yang terletak di Jalan Ir Juanda diganti menjadi Bekasi Junction. Tetapi warga kadang masih menyebutnya Pasar Proyek.

Baca juga: Mengenal Haji Ilyasa, Veteran Tanpa Pamrih Asal Babelan

Penulis: A.S
Editor: A.S

Berita Terkini