Senin, Februari 17, 2020

Siswa-Siswa Penghafal Qur’an Akan Diberikan Beasiswa oleh Pemkab Bekasi

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja (Foto: Istimewa)

Lintasbekasi.com, Cikarang Pusat – Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai menerapkan beasiswa bagi para pelajar, termasuk untuk pelajar yang menghafal Al-Qur’an.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Eka Supria Atmaja saat menghadiri Musyawarah Daerah Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke-9, yang bertempat di Gedung Wibawa Mukti, Cikarang Pusat, Selasa, 4 Februari 2020.

Beasiswa ini berlaku bagi para pelajar dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Eka mengatakan, penerapan beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Bekasi dalam membangun sumber daya manusia.

“Salah satunya dengan menggratiskan biaya kuliah bagi siswa yang kurang mampu dan berprestasi. Tidak hanya bagi siswa yang kurang mampu dan berprestasi saja, tapi pemberian beasiswa pendidikan sampai ke jenjang perkuliahan untuk para penghafal Alquran,” ucap dia.

Bagi para pelajar tingkat SD dan SMP, beasiswa diberlakukan pada mereka yang telah hafal tiga juz Alquran.

Mereka akan diberi beasiswa sekolah termasuk dibebaskan memilih sekolah mana yang akan dituju jika hafal, tanpa melalui sistem zonasi.

Baca juga: Rusak Parah, SDN Samudrajaya 04 Segera Diperbaiki Pemkab Bekasi

Ulama Diharapkan Ikut dalam Proses Belajar Para Siswa

“Jadi tidak perlu memikirkan zonasi, silakan sekolah di mana saja asalkan hafal dulu tiga juz. Sedangkan yang hapal 30 juz disediakan jalur kuliah dari mulai biaya per semester sampai biaya hidup selama kuliah ditanggung oleh pemerintah. Maka segera maksimalkan ini,” ujarnya.

Menurut Eka, pendidikan tidak hanya mengajarkan siswa untuk berprestasi. Lebih dari itu, para siswa pun dapat menjadi pribadi yang berkarakter guna menunjang pembangunan di daerahnya.

“Saya selalu berpikiran sekolah itu jangan cuma pinter tapi juga bener. Jadi pendidikan agama ini yang paling penting,” ucap dia.

Eka meminta para ulama turut dalam proses belajar para siswa untuk menunjang keberhasilan pendidikan yang berkarakter tersebut.

“Karena ini memomentumnya di depan para ulama jadi saya titipkan anak-anak kita agar diajarkan nilai-nilai yang luhur yang diajarkan agama,” ujar dia.

Lebih lanjut, pendidikan berkarakter itu penting khususnya bagi Kabupaten Bekasi yang banyak dihuni warga dari berbagai daerah maupun mancanegara.

Dia berharap para penerus pun dapat menjaga keaslian Bekasi.

“Jangan sampai kita yang terus terbawa arus mereka. Kita ini warga yang asli harus menjaga nilai-nilai keaslian Bekasi,” ujar dia.

Baca juga: Pemkab Bekasi Anggarkan Rp600 Miliar untuk Pendidikan

Penulis: Fazaky
Editor: Fazaky

Berita Terkini