Senin, September 23, 2019

Situs Keramat Batok, Tempat Pelarian yang Jadi Pemukiman Para Pejuang

Kramat batok
Cagar Budaya Keramat Batok (Foto: Situsbudaya)

Lintasbekasi.com, Cabangbungin – Pada masa perjuangan, tak hanya tentara Republik yang menghadapi penjajah, rakyat dan ulama pun turut serta. Namun perjuangan tak selalu menghasilkan kemenangan. Ada sebuah kejadian di mana pejuang terdesak dan terpaksa harus bersembunyi di hutan. Kini daerah itu dikenal sebagai Situs Keramat Batok.

Pada tahun 1850-an, perjuangan melawan penjajah kala itu dipimpin oleh ulama yang bernama Gabid. Terdesak akan gempuran tentara Belanda yang dahsyat, membuat Gabid dan pasukan terpaksa memutuskan untuk mundur. Mereka pun bersembunyi ke sebuah hutan belantara. Takut tersesat, Belanda tidak mengejar lantaran hutan tersebut belum dimasuki sebelumnya.

Di hutan tersebut, Gabid menemukan sebuah gubuk tua yang di dalamnya terdapat peralatan makan yang terbuat dari tempurung kelapa atau batok. Konon, ketika dipakai, setiap makanan dan minuman pada peralatan makan tersebut tidak pernah habis meski sudah dibagikan kepada seluruh pasukan.

Baca juga: Situs Keramat Cijengkol, Sejarah Penyebaran Agama Islam di Bekasi

Akhirnya, Gabid memutuskan untuk menetap di hutan tersebut. Kemudian ia dan pasukannya membuka hutan untuk dijadikan pemukiman hingga terbentuklah Desa Pulo Luyu. Desa tersebut merupakan cikal bakal terbentuknya Desa Jaya Bakti, Desa Sendang Jaya, dan Desa Sendang Sari di Kecamatan Cabangbungin sekarang.

Gabid menetap di Desa Pulo Luyu tersebut hingga beliau wafat pada tahun 1921. Diketahui Gabid berasal dari Sumedang Larang. Pemakamannya dilakukan di tempat ditemukannya batok tersebut yang kini dijadikan sebagai Cagar Budaya Keramat Batok.

Setiap tanggal 10 Muharram, diadakan tasyakuran di sekitar area Keramat Batok tersebut. Acara berlangsung selama 7 hari. Tradisi itu merujuk pada kebiasaan sang pendiri desa, Gabid yang yang selalu mengadakan tasyakuran dan bersedekah kepada anak-anak yatim didaerahnya.

Baca juga: Situs Buni, Peninggalan Peradaban Kuno Yang Sarat Budaya di Bekasi

Penulis: A.S
Editor: A.S

Berita Terkini