Senin, Oktober 14, 2019

Tolak Revisi UU KPK dan RUU KUHP, Kerusuhan Terjadi Hingga Pagi Hari

Demo di depan Gedung DPR
Terjadi kerusuhan saat demo di depan gedung DPR. Di Palmerah kerusuhan berlangsung hingga dini hari (Foto: Andri Saputra/Lintasbekasi)

Lintasbekasi.com – Kerusuhan terjadi beberapa hari terakhir di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjadi pusat perhatian. Pasalnya, memasuki masa akhir tugas periode 2014-2019, pemerintah menetapkan sebuah peraturan yang kontroversial. Para mahasiswa pun melakukan demonstrasi menolak revisi UU KPK dan RUU KUHP.

Pada Senin (23/9/2019), Ratusan mahasiswa bersuara menolak pelemahan KPK serta menuntut pembatalan RUU KUHP. Saat beberapa perwakilan mahasiswa masuk mengutarakan aspirasi namun tak diindahkan, mereka melayangkan ‘mosi tidak percaya’ kepada DPR. Dan melanjutkan demonstrasi lebih banyak esok hari.

Hari berikutnya (24/9/2019), ribuan mahasiswa dari berbagai daerah bergerak ke Gedung DPR, Jakarta. Awalnya situasi kondusif, namun semakin sore situasi makin memanas. Bahkan beberapa pelajar SMA/SMK di Jakarta turun terjun ke Gedung DPR. Mereka membantu mahasiswa yang melakukan demonstrasi.

Baca juga: Sikapi Aspirasi Mahasiswa, Ketua DPR: “Ruang Sudah Terbuka, Tinggal di MK”

Tak sampai disitu, seakan terbius aksi, pada Rabu (25/9/2019) ratusan pelajar dari Jabodetabek bergantian menuju Gedung DPR. Meski tanpa melapor sebelumnya, mereka nekat melakukan aksi demo tersebut. Polisi yang melakukan pengamanan pun lebih kewalahan melawan para pelajar ini.

Kerusuhan terus terjadi hingga malam menjelang pagi. Aktifitas kereta api di stasiun Palmerah pun tersendat. Polisi menangkap puluhan orang di kemanggisan, Jakarta Barat.

Pada Kamis (26/9/2019) pukul 03.35 WIB, anggota Brimob menembakkan gas air mata kepada kerumunan massa bermotor. Sebelumnya, titik kumpul massa berada di sejumlah tempat seperti di Palmerah belakang Gedung DPR dan di Jalan Gatot Subroto dekat JCC. Massa bubar setelah sempat melakukan perlawanan.

Baca juga: Hari Kedua Demo di DPR, Brimob Lampung Dikirim Sebanyak 551 Personil

Penulis: A.S
Editor: A.S

Berita Terkini