Senin, Oktober 14, 2019

Universitas Bhayangkara Cetak Rekor Muri dalam Penciptaan Mahasiswa Investor Terbanyak

Universitas Bhayangkara (Foto: Ubharajaya)

Lintasbekasi.com, Bekasi Utara – Universitas Bhayangkara (Ubhara) Jakarta Raya mencetak rekor baru di Museum Rekor Indonesia. Rekornya adalah penciptaan mahasiswa investor terbanyak dalam sehari.

Pasalnya, penyerahan rekor itu dilakukan di Auditorium Ubhara, Grha Tanoto, Jalan Raya Perjuangan, Bekasi Utara, Selasa (24/9/2019) pagi.

Sebanyak 1.365 mahasiswa Ubhara yang membeli saham perusahaan publik melalui Galeri Bursa Efek Indonesia yang tersedia di lingkungan kampus itu.

Rektor Ubhara Irjen (Purn) Bambang Karsono menjelaskan ini adalah prestasi yang baik dan merupakan langkah nyata kampus dalam mewujudkan konsep link and match.

“Jadi antara teori dan dunia nyata, dunia kerja, kita selaraskan. Terutama dalam masalah investasi, mahasiswa tidak hanya berteori, mahasiswa menyadari pentingnya investasi. Mereka langsung jadi investor, melihat (pergerakan saham, Ed) real time lewat Galeri Investasi di bawah,” katanya.

Selain mencatat rekor Muri, Ubhara juga melakukan kerja sama dengan Kanwil Pajak Jawa Barat untuk membuka Tax Center.

“Ini langkah awal, bukan langkah akhir. Ini memacu mahasiswa dan merupakan program menuju perguruan tinggi swasta yang unggul. Kita yakin mahasiswa akan memahami soal pajak,” ucapnya.

Baca juga: Universitas Bhayangkara Tanamkan Jiwa Kewirausahaan Hadapi Era 4.0

Sementara itu, Manajer Senior Muri, Yusuf Madri, menjelaskan ada banyak rekor sejenis tetapi tidak dalam satu hari. Artinya kampus lain melakukan hal yang sama tetap dalam waktu lama, sementara Ubhara mampu mencetak 1.365 investor hanya dalam sehari.

“Jadi ini secara komprehensif dilakukan bersama kewajiban pendidikan sebagai investor di galeri investasi dan bagaimana kewajiban terhadap negara sebagai wajib pajak. Mudah-mudahan ke depan makin banyak mahasiswa yang makin mengerti bermain saham,” ucapnya.

Di tempat yang sama, mahasiswa semester 1 Fakultas Ekonomi Ubhara, Feni, turut menanam saham Rp100 ribu. Ia terpacu rasa penasaran dan ingin belajar langsung.

Untuk membeli saham, Feni mendatangi galeri investasi yang diasuh sejumlah dosen. Di sana juga ada pergerakan saham-saham perusahaan secara waktu nyata.

“Tertarik pengin aja sih coba-coba, siapa tahu jadi lebih paham. Dapat sertifikat (pemegang saham, Ed) lumayan lah. Dikasih tahu dapat keuntungan tapi gak secara detail berapa, garis besar aja,” katanya.

Penulis: Jamilah
Editor: Jamilah

Berita Terkini