Senin, Oktober 14, 2019

Warga Hadang Truk Tanah Maut di Jalan Raya Perjuangan Bekasi

Pemkot Bekasi Lambat Bertindak, Warga Turun ke Jalan Hadang Truk Tanah Pencabut Nyawa (Foto: Muhammad Azzam/Wartakota)

Lintasbekasi.com, Bekasi Utara – Sebelumnya beberapa hari lalu seorang pelajar SMP tewas ditempat akibat terlindas truk tanah. Kejadian tersebut terjadi di Jalan Raya Perjuangan, Kota Bekasi, Senin (16/9/2019).

Menanggapi hal tersebut warga menganggap Pemerintah Bekasi lamban bertindak hingga warga menghadang truk tanah yang beroperasi siang hari dan banyak menelan korban kecelakaan.

Puluhan warga pun akhirnya memblokir akses truk pengangkut tanah di Jalan Raya Perjuangan, Bekasi Utara, Kota Bekasi pada Selasa (24/9/2019).

Para warga itu juga memasang tiga spanduk besar bertuliskan ‘ Kami Warga Harapan Baru Menolak Truk Pengangkut Tanah masuk wilayah Kelurahan Harapan Baru’, ‘Warga Prima Menolak Operasional Truk Tanah Pada Siang Hari’, Stop Dumptruck Siang Hari.

Koordinator Lapangan Slamet Arifin mengatakan aksi ini dilakukan untuk mengingatkan truk tanah tidak beroperasi pada siang hari.

Baca juga: Pelajar SMP Tewas Terlindas Truck di Jalan Raya Perjuangan

“Sudah ada ketentuannya, truk tanah hanya boleh lewat jam 21.00 hingga 05.00 WIB. Tapi ini sering dilanggar hingga sebabkan korban jiwa terlindas truk tanah itu,” ujar dia, Selasa (24/9/2019).

Ia menyesalkan para sopir truk tanah ini melanggar aturan yang sudah ditetapkan oleh Walikota Bekasi. Selain menimbulkan kemacetan juga menyebabkan sejumlah pengendara tewas terlindas.

Slamet meminta pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan Kota Bekasi lebih tegas yang dalam menindak keberadaan truk tanah di Jalan Raya Perjuangan Kota Bekasi.

“Sudah ada empat yang terlibat kecelakaan terlindas truk, siswa Bustanul Ibad di Jalan Raya Perjuangan, kemarin juga ada kejadian di Babelan meninggal juga, nah ini oknum-oknum sopir yang ugal-ugalan ini yang harus kita ambil tindakan,” jelas dia.

Slamet berharap Kepolisian Lalu Lintas, Dishub dan Satpol PP harus melakukan penindakan sesuai Surat Keputusan (SK) Walikota.

Jika tidak ada tindakan tegas, Ia menegaskan para warga akan melakukan tindakan sendiri. “Kami akan melihat apakah Satlantas dan Dishub melakukan tindakan, kalau tidak kami masyarakat akan menindak,” tutupnya.

Penulis : Adinda
Editor : Adinda

Berita Terkini